Advertise

Advertise

POPULER POST

HEADLINE

Followers

Advertise

Advertise
Latest Post

Video Presiden RI Sukarno di Putar pada Peresmian Masjid Terbesar di Moskow

Written By Rizalication on 24 Sep 2015 | Kamis, September 24, 2015

Moskow - Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun turut hadir dalam peresmian Masjid Agung Moskow. Djauhari pun terharu ketika video Presiden Pertama RI Sukarno saat mengunjungi masjid tersbut diputar.

"Saya sangat terharu dan bangga karena tadi selama sekitar 15 (menit) sempat diputar film kunjungan Presiden Sukarno ke masjid ini. Semua hadirin termasuk Presiden Putin juga menyaksikan tayangan tersebut," tutur Djauhari lewat keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (24/9/2015).
Dubes RI untuk Moskow Djauhari Oratmangun bersalaman dengan ulama Rusia (dok. KBRI Moskow).

Masjid tersebut memang sudah berdiri sejak tahun 1904. Kedatangan Sukarno ke Rusia saat itu pada tahun 1959. Panitia acara secara resmi memutarkan video tersebut yang juga disiarkan ke seluruh warga Rusia.

"Hal ini membuktikan bahwa jejak-jejak Presiden Suakrno ternyata masih ada dan dihargai di sini," ujar Dubes Djauhari.
Djauhari mendapat undangan untuk menghadiri peresmian (dok. KBRI Moskow).


Pada tahun 2011 masjid itu dirobohkan karena hanya mampu menampung 2.000 jamaah. Kini masjid nan megah itu dapat menampung 10.000 jamaah.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas meresmikan Masjid ini. Seluruh pembangunan masjid yang disebut terbesar di Eropa ini dibiayai donatur.
Putin berpidato (dok. KBRI Moskow)

Peringkat 12 Dunia, Militer Indonesia Terkuat di Asia Tenggara

Written By Rizalication on 15 Sep 2015 | Selasa, September 15, 2015

KOMPAS.com — Global Firepower (GFP) adalah sebuah situs yang menyediakan analisis kekuatan militer sebagian besar negara di dunia. Situs ini memberi informasi 100 negara dengan militer terkuat dengan basis 50 faktor berbeda.

Faktor-faktor yang digunakan untuk menilai kekuatan militer sebuah negara ialah seperti jumlah penduduk, usia warga yang bisa menjadi personel militer, anggaran militer, jumlah peralatan militer, konsumsi BBM, utang luar negeri, dan banyak pengukur lainnya.

Misalnya, jumlah populasi sebuah negara menjadi awal penilaian daftar ini. Secara umum, semakin besar populasi sebuah negara, kekuatan militer negara itu akan semakin besar.

Agar penilaian ini adil, kapabilitas sebuah negara mengembangkan dan memiliki persenjataan nuklir tidak menjadi faktor penilai. Semua penilaian menunjukkan kemampuan militer sebuah negara jika terjadi perang konvensional baik perang darat, udara, maupun laut.

Setelah melakukan analisis menggunakan 50 basis penilaian itu, GFP menentukan, untuk 2015, negara dengan militer terkuat di dunia masih dipegang Amerika Serikat, diikuti Rusia dan China di peringkat kedua dan ketiga.

Sementara itu, India dan Inggris menduduki peringkat keempat dan kelima negara-negara dunia dengan militer paling mumpuni. Negara Asia lain yang menduduki posisi 10 besar adalah Korea Selatan di peringkat ketujuh dan Jepang di peringkat kesembilan.

Lalu, di mana posisi Indonesia? Dengan 50 basis penilaian yang sangat ketat itu, GFP menempatkan Indonesia menjadi negara dengan militer terkuat ke-12 di dunia.

Posisi Indonesia ini tepat di bawah Israel (11) dan di atas Australia (13). Dengan posisi ini, Indonesia juga lebih kuat dibanding beberapa negara Eropa, seperti Polandia, Ceko, atau Denmark.

Arti lain dari posisi ke-12 ini berarti secara militer Indonesia merupakan negara paling kuat di Asia Tenggara. Negara terkuat kedua di Asia Tenggara ditempati Thailand yang secara global menempati peringkat ke-20, diikuti Vietnam (21), Singapura (26), Malaysia (35), Filipina (40), Myanmar (44), Kamboja (96), dan Laos (117). Sementara itu, lima negara dengan kekuatan militer terbawah dalam daftar ini adalah Libya, Zambia, Mali, Mozambik, dan Somalia. 

Kemhan tambah alutsista baru berupa penangkis udara

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pihaknya akan menambah alat utama sistem senjata (alutsista) baru berupa penangkis udara yang dipasang di runway di setiap Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara.

"Setiap runway Lanud harus ada alat penangkis udara. Ini sangat penting. Kalau tidak ada penangkis udara, maka akan bahaya karena bisa di bom negara lain," kata Menhan saat pesawat Hawk 100/200 di Skuadron Udara 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa.

Pembelian penangkis udara sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) pada tahun 2015 ini.

Selain membeli alat penangkis udara, Kementerian Pertahanan juga berencana akan memperpanjang runway Lanud Supadio dan memperluas parkir atau appron pesawat di Lanud tersebut. Namun, tidak akan menambah pesawat tempur yang sudah ada.

"Di Lanud ini sudah ada 18 unit pesawat tempur Hawk 100/200. Ini lebih dari satu skuadron dan lebih dari cukup untuk pengamanan udara NKRI. Ini sudah baik, tinggal peluru kendalinya saja yang perlu diperbaharui," kata Ryamizard.

Tak hanya membeli alat penangkis udara, Kemhan juga akan akan membangun 1.000 rumah dinas bagi personel TNI AU yang bertugas di Lanud Supadio, Pontianak dari total kebutuhan 1.841 unit rumah dinas.

"Paling tidak, 1.000 rumah dulu lah yang kita bangun dari kebutuhan 1.841 unit," katanya.

Saat ini, kata dia, baru 471 rumah dari total kebutuhan rumah untuk prajurit TNI Angkatan Udara.

Danlanud Supadio Marsekal Pertama Tatang Haryansyah, memaparkan tentang kekurangan yang ada di Lanud Supadio, seperti parkir pesawat yang perlu diperluas dan runwaynya yang perlu diperpanjang.

"Saat ini, di Lanud Supadio hanya cukup memarkir empat pesawat Hercules. Idealnya, bisa 10 unit pesawat Hercules," kata Tatang.

Selain itu, Tatang juga menjelaskan kekurangan bagi rumah-rumah dinas prajurit, yang saat ini baru 471 unit dari total kebutuhan sebanyak 1.841 unit rumah.

F-15 Eagle vs Su-35 Fighter: Siapa Menang?

Written By Rizalication on 13 Sep 2015 | Minggu, September 13, 2015

F-15C Eagle telah berada dalam pelayanan Angkatan Udara AS selama hampir 40 tahun dan kemungkinan akan melayani untuk bbrp dekade yang akan datang. Selama bertahun-tahun, kemampuan F-15 telah ditingkatkan untuk mengimbangi berkembang ancaman, tetapi Apakah F-15C Elang masih memiliki apa yang diperlukan untuk mendominasi langit?Jawabannya adalah ya-benar. Eagle mungkin menjadi tua, tapi masih salah satu yang terbaik pejuang superioritas udara terbang. Satu-satunya pesawat operasional yang definitif unggul dari F-15 dalam banyak hal adalah Lockheed Martin mesin F-22 Raptor-lain memiliki kelebihan dalam aspek-aspek tertentu, tetapi F-15C masih kompetitif secara keseluruhan meskipun departemen pengembangan bisnis di berbagai kontraktor saingan mungkin katakan.Mungkin ancaman yang paling canggih F-15 adalah menghadapi buatan Rusia Sukhoi Su-35 Flanker-E. Meskipun ada ancaman yang lebih maju dalam pembangunan, pesawat mereka cenderung terlalu mahal untuk operasional. Su-35 bukanlah potensi ancaman yang paling umum di luar sana, tapi ada kesempatan baik untuk berkembang. Indonesia dilaporkan telah memutuskan untuk membeli Su-35, dan kita tahu bahwa China telah melakukan diskusi tentang potensi pembelian.Su-35 adalah mesin perang yang benar-benar berbahaya, dan dalam banyak metrik, cocok atau bahkan melebihi kemampuan upgrade terbaru untuk F-15. Dalam hal kinerja kinematik murni, Su-35 adalah sedikit lebih lambat dari F-15C dalam hal kecepatan max tapi itu dapat mempercepat F-15C Elang dengan mesin twin kuat Saturnus Izdeliye 117, yang mengeluarkan £ 31.900 dari dorong masing-masing. Selanjutnya, ketika jet tersebut relatif ringan muatanya dapat mempertahankan kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner nya.Sedangkan akselerasi yang sangat baik pada ketinggian untuk kecepatan supersonik adalah keuntungan besar, F-15C tidak tunduk dan itu tidak akan menjadi ujung penentu bagi jet Rusia. Namun, di mana Su-35 memang memiliki kelemahan dapat diatasi pada kecepatan rendah. The Flanker-E memiliki tiga dimensi dorong vectoring dan luar biasa bermanuver pada kecepatan rendah. Namun, mengingat munculnya helm dipasang sistem dan tinggi rudal off-boresight seperti AIM-9X dan Rusia R-73, lebih sering dari pada tidak,
Pada rentang lebih panjang, F-15C dan F-15E masih memiliki keuntungan atas Su-35 dengan aktif elektronik dipindai radar array mereka. Raytheon APG-63 (v) 3 dan APG-82 (v) 1 pada dua varian Elang masih jauh lebih unggul dari radar array Su-35S 'Tikhomirov Irbis-E. Su-35 tidak memegang keuntungan sekilas untuk sesaat untuk sensor pasif karena memiliki built-in pencarian dan melacak inframerah sistem (IRST), tetapi F-15 armada akan menerima IRST sangat mampu dalam waktu dekat-meniadakan keunggulan Flanker ini.Salah satu daerah Flanker-E mungkin memegang keunggulan pada peperangan Suite elektronik. Su-35S membanggakan memori frekuensi radio digital ampuh kemacetan suite yang dapat merusak malapetaka dengan rudal AIM-120 AMRAAM. Sementara rudal Amerika cenderung akhirnya membuatnya melalui, itu akan mengambil lebih banyak rudal untuk mencapai membunuh dari perencana yang mengandalkan. Su-35, sementara itu, membawa rudal banyak udara-ke-udara rudal terhadap elektronik defensif usang F-15 armada. Angkatan Udara AS adalah sangat menyadari masalah, mengapa penekanan seperti Burung elang Pasif / Aktif Peringatan dan survivability Sistem Upgrade $ 7600000000.Dilema yang nyata adalah bahwa Su-35 dan F-15 Eagle sebanding-dan itulah yang mengkhawatirkan Angkatan Udara AS. Layanan ini digunakan untuk mengatasi keunggulan besar-teknologi Su-35 dan Flanker-E bahkan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Eagle. Secara keseluruhan, jika semua hal-hal yang sama, bahkan sepenuhnya upgrade F-15C dengan upgrade AESA terbaru akan memiliki kemampuan yang penuh utk melawan Su-35. Tapi itu berarti Amerika Serikat akan berperang melawan Rusia atau beberapa lainnya kekuatan besar seperti China. Itu tidak mungkin terjadi.Lebih mungkin terjadi adalah bahwa F-15 akan berjalan ke dalam sebuah Su-35 yang dioperasikan oleh beberapa penguasa Dunia Ketiga. Para pilot tidak mungkin untuk memiliki pelatihan, taktik atau pengalaman untuk melawan seorang penerbang Amerika dengan kesempatan yang realistis untuk menang. Selanjutnya, jet Rusia tidak dikenal andal dalam menggabungkan dengan kru pemeliharaan kurang terlatih dan kurangnya suku cadang, beberapa kekuatan dunia ketiga tidak mungkin untuk dapat jam terbangyang banyak. Selanjutnya, selain Rusia dan China, musuh potensial tidak mungkin memiliki AWACS atau kemampuan mencegat dan menghambat musuh.Intinya: kecuali F-15 berjuang dlm Perang Dunia III, Angkatan Udara AS mungkin siap utk menjaga Eagle dalam pelayanan selama dua dekade. Ini mungkin tidak, namun Amerika Serikat tidak dalam bahaya kehilangan keunggulan udara.

Ulil Sebut Teknologi Lebih Hebat Dari Mukjizat Nabi

Written By Rizalication on 12 Sep 2015 | Sabtu, September 12, 2015


NUGarisLurus.Com - Pemimpin Jaringan Indonesia (Bukan Islam red) Liberal atau JIL Ulil Abshar Abdalla tidak pernah berhenti mencari sensasi. Dalam status terbarunya, Ulil membuat perbandingan sembrono dengan menganggap revolusi teknologi lebih hebat dari mukjizat nabi manapun.
Seakan menjawab tulisan ngawur cara liberal yang tidak akan bisa dipahami logika orang lurus beragama terutama kalangan Aswaja, Kiai Muhammad Idrus Ramli atau Gus Idrus menjawab argumen ngawur tersebut yang di tulis lewat facebooknya ‘Muhammad Idrus Ramli’.
HAKIKAT MUKJIZAT PARA NABI
Al-Imam Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri rahimahullah berkata:
اَلْمُعْجِزَةُ هِيَ اْلأُمُوْرُ الْخَارِقَةٌ لِلْعَادَةِ الظَّاهِرَةُ عَلَى يَدِ النَّبِيِّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوَاءٌ كَانَتْ مَقْرُوْنَةً بِالتَّحَدِّيْ أَمْ لاَ
Mukjizat adalah peristiwa yang bersifat supranatural (keluar dari hukum alam) yang terjadi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, baik bersamaan dengan tantangan atau tidak. (Tuhfah al-Murid Syarh Jauharah al-Tauhid, hlm 229).
Dewasa ini ada seseorang yang sangat kagum terhadap temuan-temuan modern di dunia Barat lalu menganggapnya lebih hebat daripada mukjizat. Tentu saja asumsi orang tersebut sulit diterima akal yang jernih. Karena antara mukjizat memiliki banyak perbedaan dengan temuan modern seperti pesawat terbang, internet, televisi dan lainnya. Dari definisi di atas, dapat dipahami beberapa perbedaan mukjizat dengan temuan ilmiah:
Pertama, mukjizat adalah peristiwa yang bersifat supranatural atau keluar dari hukum alam, sedangkan temuan ilmiah dan teknologi modern masih bersifat natural atau dalam lingkup hukum alam. Oleh karena itu, mukjizat tidak dapat terjadi kepada semua orang, akan tetapi khusus kepada para nabi atau sebagian wali sebagai karomah. Sedangkan temuan ilmiah dapat ditiru oleh siapapun yang mempunyai kemauan, karena sifatnya masih natural dan alamiah.
Kedua, mukjizat sebagai peristiwa yang keluar dari batas hukum alam, tentu terjadi secara spontan dan bukan hasil usaha. Sementara temuan ilmiah modern adalah hasil usaha, eksperimen dan penelitian yang memakan waktu tidak sebentar. Mengapa demikian, karena mukjizat identik dengan kenabian yang memang tidak dapat dicapai dengan usaha, akan tetapi murni anugerah dari Allah.
Ketiga, mukjizat hanya terjadi pada seorang nabi, yaitu orang-orang yang diberi anugerah sekian banyak sifat kepribadian yang luar biasa, baik zhahir maupun batin. Sementara temuan ilmiah modern dapat dilakukan oleh siapa saja dan bahkan bisa dilakukan oleh orang yang kemampuan otaknya tidak begitu istimewa. Ketika di pesantren dulu, ada kawan yang kemampuan otaknya biasa, tetapi punya keahlian dalam memperbaiki listrik dan mesin.
Keempat, mukjizat kadang terjadi ketika seorang nabi menghadapi tantangan dari kaumnya yang tidak beriman, sebagai bukti kenabiannya. Kadang terjadi tanpa ada tantangan, sebagai pemantapan terhadap keimanan kaumnya. Sementara temuan ilmiah tidak demikian adanya. Seseorang tidak akan mantap bahwa si penemu sebagai wali atau nabi karena temuannya, karena masih bisa ditiru oleh orang lain.
Walhasil, membandingkan temuan ilmiah modern dengan mukjizat para nabi tidak proporsional, apalagi berasumsi bahwa temuan ilmiah modern melebihi mukjizat. Yang benar, mukjizat dibandingkan dengan sesama mukjizatnya, dan hal ini dapat menjadi bukti kelebihan seorang nabi atas nabi yang lain. Wallahu a’lam

Tokoh Wahabi Abdullah Hadrami: Hati -Hati Menuduh Bid’ah Sesama Muslim

imageNUGarisLurus.Com – Kelompok Wahabi yang muncul di akhir zaman ini dinyatakan telah gagal menggalang pengikut. Terbukti sudah ratusan tahun menyebarkan pahamnya hanya segelintir saja yang mengikuti doktrinnya. Wahabi yang didanai oleh Salafi Arab Saudi dan Yahudi Inggris masih menjadi kelompok minoritas yang sangat kecil jumlahnya dibandingkan jumlah umat Islam ahlussunnah wal jama’ah keseluruhan. Sama halnya dengan kelompok Syiah yang jumlahnya jauh lebih sedikit.
Merekalah (Wahabi dan Syiah) kelompok yang keluar dari Jama’ah Muslimin. Pada awalnya, kelompok wahabi begitu gencar menuduh muslim ahlussunnah wal jama’ah sebagai golongan yang sesat, bid’ah, dan syirik. Sedikit-sedikit kelompok Wahabi menuduh bid’ah, sedikit-sedikit kelompok Wahabi teriak bid’ah. Seolah lafadz “Bid’ah” menjadi dzikir rutin harian yang harus diwiridkan pengikut Wahabi.
Dikarenakan gagal atau mungkin bosan, kini Wahabi mulai berganti haluan mengubah cara doktrinnya. Salah satu Ustadz Wahabi yang bernama Abdullah Sholeh Al Hadrami menyatakan dan menyarankan agar kelompok Wahabi mengubah haluan untuk menghindari dzikir “Bid’ah”. Dzikir “Bid’ah” yang menjadi dzikir rutin dan menu makanan sehari-hari kelompok Wahabi mesti diganti dengan cara-cara yang lebih halus.
Abdullah Sholeh Hadrami sebelumnya pernah berpolemik dengan Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori soal sholawat nariyah yang videonya sudah beredar agak lama. polemik shalawat Nariyah dianggap bid’ah oleh oleh tokoh Wahabi dengan alasan tidak ada tuntunan tekstual shalawat dari nabi.
Tuduhan dan konsep Wahabi ini menjadi runtuh berserakan dilantai, terkapar tak berdaya, saat disanggah oleh KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang.
Kyai Luthfi berpesan kepada umat Islam agar jangan mengikuti kelompok Wahabi, jangan percaya dengan dakwah-dakwah dan fatwa Wahabi karena Wahabi itu pengikut Muhammad bin Abdul Wahab an-Najdi bukan pengikut Nabi Muhammad SAW dan para sahabat serta para tabi’in dengan pemahaman para salaf. Dan hendaknya umat Islam mengikuti kelompok mayoritas yaitu kelompok Ahlussunnah wal Jama’ah.


NUGarisLurus

Kesultanan Sulu: Indonesia Ingin Konflik Sabah Diselesaikan

Written By Rizalication on 21 Apr 2013 | Minggu, April 21, 2013

MANILA - Juru bicara Kesultanan Sulu Abraham Idjirani mengatakan, sebagai negara ASEAN, Indonesia tentu menginginkan penyelesaian krisis Sabah. Negara-negara ASEAN pun akan terus memantau perkembangan konflik itu.

Idjirani menegaskan kembali, konflik Sabah telah menjadi isu bilateral antara Malaysia dan Filipina. Seluruh negara anggota ASEAN pun tidak dapat mengabaikan isu tersebut.

"Isu itu akan dibicarakan. Namun secara diam-diam, Filipina dan Malaysia tidak ingin memberitahukan negara-negara lain mengenai keseriusan isu ini," ujar Idjirani, seperti dikutip ABS-CBN, Jumat (19/4/2013).

Krisis Sabah terjadi pada Februari lalu dan menewaskan banyak orang. Banyak warga Filipina di Sabah yang akhirnya dievakuasi, dan saat ini mereka sudah kembali ke Tawi-Tawi.

Idjirani pun menambahkan, Indonesia akan menjadi salah satu negara ASEAN yang sangat khawatir bila isu Sabah tidak diselesaikan. Hal itu disebabkan karena Sabah berada di dekat Kalimantan.

"Sabah adalah wilayah yang bersebelahan dengan Kalimantan. Indonesia tidak ingin cemas dengan adanya masalah itu. Malaysia dan Indonesia adalah tetangga, Indonesia bisa meminta Filipina maupun Malaysia untuk menyelesaikan masalah ini," imbuhnya.

BERITA BOLA

BERITA DUNIA

ENTRI POPULER

BERITA OLAHRAGA

BERITA NASIONAL

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. anekaKLIK.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger